top of page

Desain Rumah Murah 2 Lantai

Banyak orang beranggapan bahwa membangun rumah membutuhkan biaya yang sangat besar. Mereka juga menganggap bahwa rumah yang ideal adalah rumah yang memiliki ruang tamu, kamar tidur, ruang makan dan ruang-ruang lain yang terpisah-pisah. Kalo udah seperti itu, pasti berpikir bahwa butuh lahan yang luas untuk membangun rumah.


Sebenarnya, sebuah rumah tinggal bisa aja dibangun diatas lahan kecil dengan anggaran yang terbatas, karena yang paling esensial dari sebuah rumah adalah fungsinya. Selama rumah tersebut berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan pemiliknya, maka rumah tersebut bisa dikatakan ideal. Di postingan kali ini saya membuat desain rumah tinggal dua lantai di lahan berukuran lebar 4 meter dan panjang 15 meter dengan anggaran pembangunan kurang dari 150 juta.


Ukuran Lahan


Lahan untuk rumah ini berukuran 4 meter x 15 meter, cukup sempit untuk kavling sebuah rumah. Nantinya rumah ini akan dikembangkan dengan pembangunan bertahap, jadi konsepnya adalah rumah tumbuh. Untuk itu saya meletakkan bangunan rumah di area belakang lahan dengan pertimbangan tahap kedua dibangun di area depan dan lahannya pun mendukung untuk itu. Dengan demikian pengguna rumah nggak akan terlalu terganggu dengan kegiatan konstruksi dan lalu lintas tukang dan material pada tahap kedua nantinya dibandingkan jika membangun di area depan dulu.

Desain rumah murah, Aditya Yuwana
Desain rumah mungil di lahan terbatas. Image by Adityuwana

Tata Ruang


Saya selalu kagum dengan ruang-ruang kecil yang tampil di channel YouTube Never Too Small. Mereka mampu memaksimalkan ruang dengan sangat baik hingga ke sudut-sudut terkecil. Demikian pula dengan proyek ini. Ukuran lahan yang terbatas membuat desain harus sefungsional mungkin.


Untuk tahap pertama ini, desain rumah langsung dibuat dua lantai dengan total luas bangunan 34 m2. Lantai 1 diisi dengan ruang tengah yang berfungsi sebagai ruang duduk sekaligus ruang makan, kamar mandi dan dapur. Kamar mandi diletakkan di tengah bangunan sebagai pemisah antara ruang duduk dan ruang makan. Jadi semisal ada tamu, dapurnya tetap nggak terlihat.


Nggak lupa juga di bagian belakang lahan dibuat menjadi taman dengan lebar 2 meter sebagai sirkulasi udara. Lantai 2 diisi dengan ruang tidur dan ruang kerja. Ruang tidur disini adalah ruang untuk tidur, nggak disekat jadi bentuknya nggak seperti kamar pada umumnya biar kesannya lebih luas. Privasi pengguna tetap terjaga karena diletakkan di lantai 2.

Desain rumah murah, Aditya Yuwana
Potongan aksonometri bangunan. Imgae by Adityuwana.
Desain rumah murah, Aditya Yuwana
Ruang tidur tanpa sekat. Image by Adityuwana

Pertimbangan lain mengapa rumah ini langsung dibuat 2 lantai adalah, karena nggak diperlukan pembongkaran atap dan struktur bangunan apabila nanti akan dikembangkan pada tahap kedua, yang mana tentu membutuhkan biaya ekstra untuk itu.


Fasad Depan

Desain rumah murah, Aditya Yuwana
Fasad depan. Image by Adityuwana

Fasad depan dibuat sederhana tetapi tetap estetik, agar tidak dilakukan banyak pembongkaran mengingat tahap kedua pembangunan rumah ini dilakukan di bagian depan. Atap rumah dibuat jatuh ke satu sisi agar meminimalisir kebocoran.

Desain rumah murah, Aditya Yuwana

Sirkulasi Udara dan Pencahayaan


Meskipun kecil, rumah ini dirancang agar memiliki bukaan yang memungkinkan udara dan cahaya masuk ke setiap sudut rumah. Ruang duduk dibuat dengan bukaan lebar berupa 1 pintu dan jendela 4 daun yang mana pintu dan jendela ini nantinya dapat dibongkar ketika dilakukan pembangunan tahap 2.


Area belakang dibuat taman selebar 2 meter untuk sirkulasi udara dan pencahayaan untuk dapur. Jadi meskipun terletak di bagian paling belakang site, dapur juga akan kebagian cahaya. Pintu depan dan belakang dibuat sejajar sebagai ventilasi silang untuk memaksimalkan sirkulasi udara.


Lantai 2 yang sebagian besar berupa void diharapkan mampu memaksimalkan pengudaraan alami di dalam rumah. Keberadaan void ini akan membuat sirkulasi udara dari bawah ke atas menjadi lebih baik. Atap di area tangga dibuat menggunakan bahan transparan untuk memasukkan lebih banyak cahaya. Akhirnya setiap area dari rumah ini akan kebagian cahaya alami.


Biaya


Nah, ini nih yang penting. Dengan luas bangunan sekitar 34 m2, biaya untuk membangun rumah 2 lantai ini berkisar sekitar 139 juta, yang berarti sekitar 4 juta per meter persegi. Biaya yang cukup ideal untuk sebuah rumah 2 tingkat. Biaya tersebut sudah termasuk biaya untuk membuat carport dan dinding keliling rumah. Dengan begitu, anggaran pembangunan tahap kedua diharapkan menjadi berkurang sebab pekerjaan tersebut sudah dilakukan pada tahap pertama.


Gimana? Lahan kecil dan dana yang terbatas ternyata bukan halangan untuk memiliki rumah 2 tingkat dengan desain yang fungsional bukan? Di postingan selanjutnya saya akan membahas bagaimana pembangunan tahap kedua rumah ini sehingga bisa menjadi Inspirasi Pengembangan Rumah Tumbuh.

Desain rumah murah, Aditya Yuwana
Denah Lantai 1 & Lantai 2. Image by Adityuwana.

116 tampilan

Postingan Terkait

Commentaires


bottom of page