top of page

Desain Rumah Tinggal Pasca Pandemi

Pandemi Covid-19 mengakibatkan perubahan pada pola hidup manusia. Kita diharuskan untuk melakukan physical distancing dan menjaga kebersihan. Perubahan pola hidup tentu berdampak pada perubahan kebiasaan, mulai dari cara berinteraksi, cara menerima tamu, pola konsumsi, hingga cara bekerja. Seperti yang kita ketahui, Covid-19 membuat sebagian besar orang melakukan lebih banyak kegiatan dari rumah. Perubahan kebiasaan tentu erat kaitannya dengan desain rumah tinggal yang kira-kira cocok diterapkan untuk mengakomodir pola hidup yang baru ini, dan berikut ini adalah gambaran desain rumah tinggal pasca pandemi.


Separasi Ruang

Perubahan pola hidup yang paling terasa akibat pandemi adalah bekerja dan sekolah, dimana pandemi Covid-19 mengharuskan seseorang untuk bekerja, sekolah, dan kuliah dari rumah. Ke depan, rumah tinggal dirancang dengan pemisahan antara ruang hidup dan ruang kerja dan belajar yang lebih jelas. Hal ini bertujuan agar aktivitas produktif kamu tidak terganggu dengan aktivitas pribadi. Pemisahan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang lebih kondusif.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Pemisahan ruang produktif dan ruang santai. Image by Adityuwana

Pengaturan Zonasi

Rumah didesain dengan zonasi yg jelas dan secara signifikan lebih menjaga kesehatan penghuni rumah dari kemungkinan kontaminasi pihak luar. Misalnya, zona publik yakni ruang untuk menerima tamu atau kurir ditempatkan agak terpisah dari zona privat seperti ruang keluarga, baik secara horizontal ataupun vertikal.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Zona horizontal yang terpisah. Image by Adityuwana

Desain Terbuka

Desain rumah dibuat terbuka untuk memaksimalkan cahaya matahari dan sirkulasi udara untuk membuat rumah lebih sehat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat banyak bukaan di sisi bangunan yang banyak terkena sinar matahari. Cross ventilation atau ventilasi silang dapat diterapkan untuk memperlancar pergantian udara, dan merupakan salah satu aspek penting dalam desain rumah tinggal.


Mengoptimalkan Lahan

Salah satu caranya adalah dengan dengan mengoptimalkan resources di area rumah sehingga meminimalisir penghuni dari ketergantungan dengan pihak luar. Misalnya pemanfaatan taman sebagai kebun produktif untuk menanam tanaman sayur, bumbu dapur, atau buah.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Optimalkan lahan untuk tanaman produktif. Image by Adityuwana

Ruang Multifungsi

Pandemi mengakibatkan banyak orang tidak dapat beraktivitas di luar rumah secara bebas. Kegiatan yang tadinya dilakukan di luar, harus pindah ke dalam rumah. Hal ini menuntut lebih banyak ruang multifungsi dan serbaguna. Tata ruang diatur sedemikian rupa dan dapat disesuaikan untuk memungkinkan berbagai aktivitas seperti kegiatan olahraga atau ruang untuk bermain anak. Sesuaikan dengan jenis olahraga yang memungkinkan untuk dilakukan di dalam rumah. Beberapa jenis alat olahraga bahkan tidak memakan space yang banyak.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Ruang multifungsi. Image by Adityuwana

Compact Furniture

Masih ada kaitannya dengan ruang multifungsi, penggunaan perabot yang compact memungkinkan perubahan tata letak dengan mudah. Jika membutuhkan kegiatan dengan space yang besar, perabot tersebut dapat diatur dan disimpan tanpa memakan banyak waktu dan tenaga. Pengalaman selama pandemi, saya sempat beberapa kali memindahkan perabot untuk mencari suasana ruang kerja yang baru. Selain memudahkan pengaturan, compact furniture juga memudahkan kita untuk membersihkan area ruang.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Gunakan perabot compact dan multifungsi. Image by Adityuwana

Kamar Tidur Tamu

Menyediakan kamar tidur tamu untuk keluarga dari jauh, tetapi juga memungkinkan apabila kamar tersebut dijadikan sebagai kamar isolasi mandiri. Letaknya diatur dengan zona yang berbeda dari zona privat hunian serta memiliki kamar mandi khusus. Dengan pengaturan seperti ini, privasi tamu jadi lebih terjaga dan dapat digunakan sebagai kamar isolasi jika ada keadaan darurat.

Dapur

Pandemi memaksa sebagian besar orang untuk memasak dan tidak membeli makanan dari luar. Hal ini menjadikan dapur sebagai salah satu ruang terpenting dalam rumah. Dapur diibaratkan sebagai jantung rumah. Dapur yang didesain dengan cermat dan memenuhi standar keamanan, membuat aktivitas memasak menjadi lebih menyenangkan. Dapur juga setidaknya harus memiliki akses langsung menuju area depan rumah. Selain alasan keamanan (apabila terjadi kebakaran), bahan baku masakan yang baru dibeli juga tidak akan melewati ruangan lain di dalam rumah.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Akses dari luar ruang langsung ke dapur. Image by Adityuwana

Gudang dan Cold Storage

Sama halnya dengan dapur, gudang diletakkan dekat dari pintu samping dan memiliki akses terpisah dari ruang-ruang utama. Gudang digunakan untuk menyimpan kebutuhan sehari-hari seperti sabun, shampoo, deterjen, dan lain-lain. Sedangkan cold storage adalah tempat penyimpanan makanan beku dan darurat yang aman dan kering untuk jangka waktu yang lama. Cold storage sebaiknya diletakkan dekat dengan dapur. Ukurannya tidak harus besar, tapi paling tidak mampu menampung bahan makanan yang cukup untuk beberapa minggu, tergantung dari jumlah penghuni rumah. Dengan adanya ruangan ini, rutinitas kegiatan berbelanja di luar rumah dapat dikurangi.

Ruang Transisi

Mudroom, ruang transisi antara luar dan dalam rumah yang mendukung higienitas penghuni. Dengan luas mudroom yang cukup, maka penghuni dapat memiliki tempat untuk menyimpan sepatu, payung, helm atau perlengkapan luar ruang lainnya. Ruang transisi juga sebaiknya memiliki akses langsung menuju kamar mandi atau ruang cuci yang terpisah dari akses utama dalam rumah. Tujuannya agar penghuni dari luar dapat menghindari kontaminasi kuman ke dalam rumah. Kita bisa belajar dari kearifan lokal seperti Padasan, dimana sebuah gentong besar berisi air yang digunakan untuk membasuh anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan wajah sebelum masuk rumah. Pada zaman dahulu, benda tersebut biasanya diletakkan di bagian depan tempat tinggal. Dengan begitu, penghuni dalam keadaan yang bersih sebelum masuk rumah.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Ruang transisi untuk menaruh barang. Image by Adityuwana

Pemilihan Material

Material yang digunakan dalam rumah sebaiknya yang perawatannya mudah, termasuk material dan bahan perabotan. Misalnya, material pelapis sofa yang mudah dibuka untuk dicuci dan dibersihkan. Covid-19 menuntut kita untuk selalu menjaga kebersihan, termasuk kebersihan rumah tinggal.

Package Drop

Semakin banyak orang yang memilih beralih ke online shopping selama masa pandemi, bahkan untuk membeli keperluan sehari-hari. Package drop memiliki fungsi yang kurang lebih sama seperti kotak surat, tapi dengan ukuran yang lebih besar untuk menerima paket. Diletakkan di depan rumah dan bertujuan untuk menerima paket atau bingkisan sebelum barang tersebut masuk ke dalam rumah. Namun harus dipastikan agar desainnya aman dari tindakan pencurian.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Kotak untuk menerima paket dari luar. Image by Adityuwana

Sirkulasi Utilitas Bangunan

Jalur elektrikal dan pemipaan diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan adanya jalur sirkulasi khusus teknisi yang akan melakukan perbaikan sistem. Jalur sirkulasi ini dibuat terpisah dengan jalur sirkulasi utama penghuni rumah. Sehingga jika ada masalah misalnya dengan outdoor AC, teknisi nggak akan melalui area sirkulasi utama rumah.

Desain rumah tinggal pasca pandemi, Aditya Yuwana
Jalur servis yang terpisah dari sirkulasi utama. Image by Adityuwana

Tambahan:


Pemanfaatan Teknologi

Jika memungkinkan, upayakan agar desain rumah tinggal lebih memanfaatkan teknologi seperti penggunaan sumber energi listrik dari panel surya, perangkat faucet tanpa sentuhan dengan sistem sensor, lampu smart LED yang bisa diatur dari smartphone, CCTV dan interkom untuk berkomunikasi dengan tamu di luar pagar, atau fasilitas internet yang cepat.


Detail Kecil Tetapi Penting

Beberapa detail kecil juga sangat penting untuk diperhatikan. Pintu dengan handle kaki (foot pull), laci push open, adalah beberapa contoh aksesoris yang dapat digunakan untuk meminimalisir kontaminasi kuman melalui tangan.

Itulah beberapa ide yang dapat digunakan untuk mendesain rumah yang tanggap terhadap isu pandemi. Semoga bisa menjadi inspirasi, dan tetap jaga kesehatan.

158 tampilan

Postingan Terkait

コメント


bottom of page