top of page

Saran Buat Kamu Mahasiswa Arsitektur

Hai, udah lama banget ngga ngisi blog ini. Terakhir Oktober tahun lalu dan baru sempat nulis lagi sekarang. Sebelumnya aku mau ngucapin Selamat Tahun Baru 2023 (meskipun udah lewat 3 bulan haha...). Harapannya semoga tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin dalam segala hal.


Kali ini aku mau bahas tentang dunia perkuliahan khususnya jurusan arsitektur, tapi bukan hal teknis ya (kalo itu mah minta penjelasan ke dosen aja). Kali ini lebih ke saran-saran buat kamu mahasiswa arsitektur, baik yang udah mau lulus atau yang baru di tingkat awal tentang apa aja yang sebaiknya kamu lakukan selama berkuliah.


"Kenapa tiba-tiba mau nulis itu?". Setelah berpraktik arsitektur, saya baru berpikir sepertinya karir profesional ku akan jauh lebih lancar jika seandainya dulu aku ngelakuin hal-hal di bawah ini. Jadi saran-saran yang aku tulis sebagian adalah sesuatu yang seharusnya aku lakukan dulu, tapi tidak dilakukan (dan sadar kalo itu penting, hahaha....). Biar ngga nyesal dan nggak mengulangi kesalahan yang sama, berikut saran buat kamu mahasiswa arsitektur.



Tentukan Tujuanmu Selanjutnya Sesegera Mungkin


Coba berpikir kembali alasan kenapa kamu mengambil jurusan arsitektur. Apakah memang dari awal udah niat "Ah gua mau jadi arsitek"? Atau diminta oleh orang tua? Atau sekedar ikut sahabatmu yang juga kuliah arsitektur? Atau karena merasa jurusan arsitektur keren meskipun nggak suka jurusan ini? Alasan ini penting karena akan menentukan tujuan kamu selanjutnya.


Buat kamu yang memang berniat untuk berkarir menjadi arsitek, segera tentukan akan kemana setelah lulus kuliah. Kalo mau berpraktek arsitek, kamu perlu ikut Program Profesi Arsitek (PPAr) + magang 2 tahun di biro arsitek yang direkomendasikan oleh IAI. Kalo ngga mau berpraktek tapi tetap mau berkarir di dunia arsitektur, kamu bisa bekerja di biro konsultan, perusahaan konstruksi, developer properti, atau di perusahaan lain yang memerlukan lulusan arsitektur. Tujuanmu inilah yang menjadi langkah awal apa aja yang harus kamu lakukan selanjutnya. Semakin cepat kamu menentukan tujuanmu, semakin banyak waktu untuk mempersiapkannya. Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan.



Kumpulkan Portfolio Mulai Hari Ini


Buat kamu yang pengen berkarir di dunia arsitektur, portofolio sangat penting untuk keperluan melamar kerja atau mendapatkan proyek dari klien. Karena masih berstatus mahasiswa, kamu bisa menggunakan tugas kuliahmu. Jika dirasa masih kurang, buatlah beberapa proyek fiktif. Tetapi sebelum membuat sebuah proyek ada sebuah pertanyaan yang penting, 'Permasalahan apa yang mau kamu selesaikan?'


Proses desain adalah proses pemecahan masalah. Sebuah desain lahir untuk memecahkan sebuah permasalahan. Pertanyaan di atas sangat penting untuk kamu jawab, sebab klien akan mencari arsitek yang bisa memberi solusi untuk permasalahan mereka. Apakah permasalahan mereka bisa mereka temukan solusinya dengan melihat karya kamu? Sedangkan bagi perusahaan, mereka akan melihat bagaimana cara kamu mengidentifikasi masalah dan menjadi problem solver untuk permasalahan tersebut. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan mereka untuk merekrut mu.

Portofolio Arsitektur
Kumpulkan hasil karya terbaikmu menjadi satu. Buat dalam format digital atau cetak. Image by Adityuwana.

Banyak permasalahan yang membutuhkan solusi desain, yang paling umum adalah keterbatasan ruang dan lahan, keterbatasan anggaran, kebutuhan manusia, keamanan dan kenyamanan. Tugas kuliah juga selalu berangkat dari sebuah permasalahan. Buatlah sebuah karya dari permasalahan yang nyata dan berikan solusinya. Contohnya keterbatasan lahan. Proyek yang kamu rancang harus memberikan solusi atas permasalahan tersebut, misalnya dengan membuat lantai mezzanine, atau desain open-plan yang minim sekat. Kalo bisa solusinya out of the box. Makin unik solusinya, maka makin bagus. Breakdown semua permasalahan yang ada dan pilih yang bisa kamu pecahkan.


Sebagai tambahan, saya pernah nulis kiat-kiat menyusun portofolio arsitektur disini. Beberapa tipsnya mungkin berguna ketika kamu menyusun portofolio.



Banyak Melihat, Banyak Mendengar


Kuliah bukan hanya di dalam kelas dan di kampus saja. Sering-seringlah melihat banyak hal di luar kampus. Luangkan waktu akhir pekanmu untuk jalan-jalan. Nggak perlu jauh, cukup berkeliling kota tempat kamu tinggal, mendatangi pameran seni, berkunjung ke museum atau bahkan mengelilingi kota menggunakan transportasi umum. Jika punya duit lebih, kamu bisa traveling ke luar kota atau mungkin ke luar negeri. Seperti yang saya udah pernah tulis dalam artikel ini, jalan-jalan untuk mengeksplorasi menjadi sebuah keharusan bagi seorang arsitek dan mahasiswa arsitektur. Kegiatan ini merupakan salah satu media pembelajaran yang sangat baik.

Traveling Arsitek.

Dari kiri atas searah jarum jam: (1) Pola ubin lawas di sebuah restoran di Yogyakarta. (2) Detail pintu yang menarik dari sebuah bangunan di Tulang Bawang Barat, Lampung. (3) Wall decor dari interior Noice Coffee, Makassar. (4) Instalasi dari potongan kayu di pameran ArtJog. (5) Perpaduan material bata persegi, kayu, dan besi di Rumah Atsiri, Karanganyar. (6) Detail fasad Duo Tower Singapore yang menyerupai sarang lebah. (All Images by Adityuwana)


Jalan-jalan memberikan kamu kesempatan untuk mengamati bangunan dan lingkungan secara langsung. Melalui jalan-jalan, kamu dapat mengumpulkan ide dan inspirasi desain dari bangunan dan lingkungan yang kamu kunjungi. Hal ini dapat membantu kamu untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam merancang.


Kalo dari kampus ada program study tour, usahakan untuk ikut. Apalagi kalo study tour-nya keluar negeri, wah mantep tuh. Beberapa kampus bahkan bekerjasama dengan biro arsitek untuk mengadakan kunjungan ke studio mereka. Kamu bisa melihat langsung kegiatan dan proses kerja dalam sebuah biro arsitek, sekaligus berinteraksi dengan pendiri biro dan para karyawannya. Kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman mereka berpraktek arsitektur.



Bergaul, Ikut Komunitas, dan Perbanyak Relasi


"Banyak teman banyak rezeki". Pernah dengar kalimat ini? Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu bergantung kepada manusia lainnya. Karena itulah hubungan pertemanan dan relasi adalah kebutuhan dasar setiap orang.


Berkenalan dengan banyak orang di bidang yang sama dapat membantumu memperoleh banyak hal. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti acara seminar atau event arsitektur. Acara seperti ini membuka banyak kesempatan untuk berkenalan dengan orang lain di bidang yang sama.

Event Arsitektur.
ArchiFest Singapura. Image by Adityuwana.

Selain itu, kamu juga perlu bergaul dengan orang-orang di luar bidang arsitektur. Jika kamu senang otomotif misalnya, bergabunglah dalam komunitas otomotif atau komunitas lain yang sesuai dengan minatmu. Mengikuti komunitas di luar bidang dapat membuka wawasan kamu terhadap berbagai hal yang tidak kamu ketahui sebelumnya. Hal tersebut juga dapat membantumu mengembangkan keterampilan kolaborasi dan inovasi. Bisa jadi proyek pertamamu nanti berasal dari mereka.


Membangun jaringan relasi juga bisa membantumu memperoleh peluang magang atau pekerjaan setelah lulus. Kebanyakan perusahaan arsitektur mencari kandidat yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi juga mampu bekerja dalam tim dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dalam jangka panjang, relasi juga berdampak langsung terhadap karir dan kesuksesanmu. Kebanyakan arsitek yang berpraktek mendapatkan proyek pertama mereka dari relasi dan kenalan, entah itu keluarga atau teman. Kenalanmu adalah pembuka jalan mu menuju proyek pertama, kedua, dan seterusnya.


Semakin banyak relasi, semakin besar peluang untuk mendapatkan kesuksesan. Dengan catatan, pintar-pintarlah memilih lingkaran pertemanan.



Belajar Bisnis dan Pemasaran


Sebagai mahasiswa arsitektur, belajar bisnis dan pemasaran mungkin tidak tampak seperti prioritas utama dalam studimu. Tapi kalo kamu memiliki rencana untuk membangun sebuah bisnis setelah lulus nanti, entah bikin biro sendiri atau bisnis di bidang lain, investasikan waktumu untuk belajar bisnis dan pemasaran. Keterampilan bisnis dan pemasaran adalah kunci penting untuk bersaing dengan lebih banyak arsitek lain dan perusahaan arsitektur untuk mendapatkan proyek dan klien yang baik.


Pernah dengar podcast-nya Tung Desem Waringin dan beliau mengatakan "Anda boleh memilih bidang apapun untuk menghasilkan uang asalkan belajar cara bisnisnya". Itu artinya untuk berhasil dalam bisnis, seseorang perlu memiliki pengetahuan tentang cara memulai bisnis, mengelola keuangan, memasarkan produk atau jasa, mengelola tim, serta memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.


Contohnya, jika kamu akan memulai bisnis coffee shop. Kamu mungkin punya latar belakang dalam kuliner dan perkopian, akan tetapi kamu tetap perlu belajar cara bisnisnya, seperti mencari pemasok bahan baku yang baik, menentukan harga jual yang tepat, mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, dan membangun hubungan dengan pelanggan. Dalam hal ini, kamu sebagai pemilik bisnis dapat mempelajari keahlian tersebut melalui kursus atau pelatihan, atau mempekerjakan seorang profesional untuk membantumu. Namun, yang paling penting adalah kamu mempelajari cara mengelola bisnis coffee shop dengan benar agar bisnismu dapat bertahan dan berkembang. Hal ini juga berlaku apabila kamu memutuskan untuk membuka biro arsitek.

Buku bisnis arsitektur
Buku bisnis dan pemasaran. Image by Adityuwana

Belajar bisnis dan pemasaran tidak harus dilakukan secara formal di sebuah universitas atau sekolah bisnis. Ada banyak sumber daya online dan offline yang dapat membantumu mempelajari aspek-aspek penting dari bisnis dan pemasaran. Misalnya, kamu bisa mencari buku-buku tentang manajemen bisnis dan pemasaran, mengikuti kursus online tentang bagaimana membuat business plan atau mempelajari digital marketing. Cari yang gratis atau yang berbayar dan pilih yang sesuai kemampuanmu. Platform kursus online seperti Udemy menawarkan dengan harga yang terjangkau dan bisa kamu akses kapanpun dimanapun. Beberapa platform seperti Coursera dan edX bahkan menyediakan free online course.

Saya sendiri karena suka membaca, memiliki beberapa buku bisnis dan pemasaran. Buku yang berkaitan dengan bisnis biro arsitek juga ada. Saya juga pernah mengikuti beberapa kursus online di platform-platform yang saya sebutkan di atas. Yang terbaru, mengikuti bootcamp digital marketing selama 7 minggu pada Agustus-September 2022. Selain nambah ilmu, juga dapat banyak kenalan di luar bidang arsitektur.

Kursus Bisnis untuk Arsitek
Bootcamp digital marketing. Image by Adityuwana

Temukan Side Hustle


Masa kuliah adalah salah satu masa belajar terpanjang. Ngga ada salahnya kamu memanfaatkan waktu yang panjang itu untuk usaha sampingan. Tetapi karena masih kuliah, cari usaha sampingan yang tidak menyita banyak waktumu, salah satunya adalah dengan menjual hasil karyamu.


Era digital memungkinkan siapapun untuk menjual produk secara global. Kamu bisa mencoba menjual produk digital alih-alih menjual produk fisik. Produk digital adalah produk berbentuk digital alias elektronik, misalnya software, video tutorial, hingga e-book. Produk digital memiliki kelebihan yakni nggak perlu jasa pengiriman dan nggak memerlukan tempat penyimpanan atau persediaan produk seperti halnya produk fisik. Itulah kenapa produk digital dianggap sebagai produk termudah bagi orang-orang yang baru menjalankan bisnis.

Yang harus kamu lakukan pertama kali adalah mengetahui apa minatmu dan bidang apa yang kamu kuasai. Setelah itu, riset produk apa yang akan kamu jual dan dimana tempat menjualnya. Selanjutnya tinggal mempromosikan produk mu melalui media sosial. Karena itulah kamu juga perlu belajar pemasaran, seperti yang sudah saya bahas diatas.


Bagi kamu yang hobi fotografi, kamu bisa coba menjual karya fotomu ke situs microstock seperti Shuttertock, atau 123RF. Kamu bisa membuat desain vector? Jual desainmu di situs marketplace seperti Freepik. Kalo kamu senang membuat desain kaos atau merchandise, coba jual ke situs print on demand seperti Teespring. Enaknya platform-platform tersebut adalah kamu ngga usah mikirin tentang produksi barang dan distribusinya karena mereka yang akan mengurus semuanya. Kamu tinggal membuat desain dan mengunggahnya ke situs mereka. Luangkan waktumu untuk membuat karya. Ngga usah muluk-muluk, cukup 1-2 karya aja dalam seminggu. Kamu akan terkejut mengetahui berapa banyak karya yang bisa kamu jual dalam setahun. Ini bisa menjadi pondasi awal untuk mendapatkan penghasilan selain penghasilan utama mu nantinya.

Architecture Artwork
Jualan artwork arsitektur sebagai side hustle. Image by Adityuwana. Mockup by Anthony Boyd.

Kamu juga bisa menjadi freelancer di platform seperti Fiverr atau Fastwork dengan catatan, tidak mengganggu tugas utamamu sebagai mahasiswa. Kuliah arsitektur menyita banyak waktu, jadi kamu harus pintar membagi waktu antara tugas kuliah dan freelancer. Jangan sampe udah keasikan dapat duit, kuliah jadi terbengkalai.


Side hustle ini memang menarik. Saya akan mencoba membahasnya lebih dalam di postingan lainnya.



Bersenang-Senanglah


Ya, saya tau tuntutan akademik mahasiswa arsitektur itu berat. Jadwal kuliah yang padat, belum lagi tugasnya yang banyak dengan deadline yang mepet, bikin stres dan tertekan. Tapi jangan lupa bahwa hidupmu bukan hanya tentang kuliah dan tugas, tetapi juga tentang bersenang-senang dan menikmati momen-momen kecil.


Sisihkan waktu untuk kuliah dan ngerjain tugas, tetapi jangan lupa untuk memasukkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, bersosialisasi dengan teman-teman, berolahraga, atau bahkan sekedar bersantai dengan hobi atau minat pribadi. Kamu suka nonton film? Naik gunung? Baca buku? Atau main game? Sisihkan waktumu untuk menikmati hal-hal tersebut.


Sambil mengejar gelar sarjana arsitektur, jangan lupa untuk menikmati setiap momennya. Jadikan setiap pengalaman perkuliahan sebagai kesempatan untuk belajar, mengeksplorasi, dan tumbuh sebagai individu. Ingatlah bahwa keseimbangan hidup juga melibatkan kemampuan untuk menikmati hidup dan bersenang-senang.



Terakhir, jika kuliah arsitektur adalah pilihanmu tanpa paksaan siapapun, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan. Semoga kamu berhasil dan sukses meraih impianmu!


125 tampilan

Postingan Terkait

Comments


bottom of page