top of page

Arsitek Tur: Jalan ke Stadion Sepakbola Eropa

Sepak bola adalah olahraga yang paling populer di dunia. Menurut huffingtonpost, Piala Dunia sepak bola adalah acara olahraga dengan penonton televisi terbanyak di dunia. Jumlah audiensnya mencapai 3,5 milyar pentonton. Acara multi-sport populer lainnya seperti Olimpiade hanya 2 milyar penonton saja. Begitu juga di Indonesia, sepakbola adalah acara olahraga yang menggerakkan massa paling banyak untuk menyaksikan.


Saya suka sepakbola, tapi tidak fanatik. Lalu apa kaitan antara sepakbola dan arsitektur? Tentu saja ada. Pertandingan olahraga dalam hal ini sepakbola, biasanya dimainkan di sebuah venue. Venue disini adalah lapangan atau stadion. Stadion merupakan salah satu aspek infrastruktur yang wajib dipenuhi sebuah klub sepakbola untuk mengikuti kompetisi nasional atau kontinental. Fungsinya bukan hanya sebagai tempat untuk menggelar pertandingan saja, tetapi juga sebagai sumber penghasilan. Ngga heran klub-klub besar berlomba-lomba mengingkatkan fasilitas dan penampilan stadion mereka, agar semakin banyak orang yang berkunjung.

Berbicara tentang sepakbola dan stadion, kiblatnya adalah benua Eropa. Di postingan kali ini saya akan membahas stadion yang saya kunjungi saat traveling kesana. Sebenarnya ada beberapa stadion lain, tapi saya coba bahas tiga saja karena kebetulan stadion tesebut adalah stadion dari klub-klub besar Eropa. 

 

Johan Cruijff Arena (AFC Ajax)

Dulu bernama Arena Amsterdam, stadion ini adalah markas klub Belanda, AFC Ajax. Dibangun antara tahun 1993 hingga 1996 dengan biaya €140 juta dan merupakan stadion terbesar di Belanda. Pertandingan pertama yang digelar di stadion ini adalah pada 4 Agustus 1996 antara Ajax Amsterdam vs AC Milan. Oleh UEFA, stadion ini masuk dalam Kategori 4 (mungkin kalo di hotel mirip dengan bintang 4). Sama seperti stadion besar Eropa lain, Johan Cruijff Arena memiliki fasilitas seperti Museum dan Merchandise Store.

Arsitektur Stadion Sepak Bola, Johan Cruijff Arena
Johan Cruijff Arena. Image by Adityuwana

Desain orisinilnya dikerjakan oleh arsitek Belanda, Rob Schuurman dan Sjoerd Soeters, sedangkan pembangunannya dikerjakan oleh Ballast Nedam dan Royal BAM Group. Memiliki kapasitas sekitar 50.000 tempat duduk, stadion ini adalah stadion pertama di Eropa yang menggunakan sistem atap buka-tutup (retractable roof). Struktur atapnya berupa lengkungan spaceframe yang ditopang oleh struktur besar berupa 4 buah tiang di sisi luar bangunan. Lengkungan spaceframe terhubung melalui dua balok longitudinal yang menahan panel semi-transparan sebagai panel penutup atap. Agar atap stadion ini terbuka dan tertutup sepenuhnya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Arsitektur Stadion Sepak Bola, Johan Cruijff Arena
3D Johan Cruijff Arena. Image from DBStadium

Selain digunakan untuk pertandingan sepakbola, stadion ini juga kerap digunakan sebagai venue konser penyanyi kelas dunia, beberapa diantaranya adalah Coldplay, Take That, Celine Dion, Michael Jackson dan Rihanna. Untuk konser musik, kapasitasnya bisa ditambah menjadi 68,000.


Untuk menuju stadion ini, ambil Metro M50 tujuan Gein dan turun di stasiun Bijlmer/Arena. Dari stasiun Bijlmer tinggal berjalan kaki sekitar 5 menit menyusuri Area Boulevard.


Harga Tiket Tur Stadion : Diatas 12 tahun (€ 15,50), Anak 5-11 tahun (€ 10,50), Anak 0-4 tahun (Gratis)


Giuseppe Meazza / San Siro (AC Milan & Inter Milan)

Stadion kebanggaan 2 klub raksasa Italia, AC Milan dan Inter Milan. Stadion ini dibangun tahun 1925, dan telah direnovasi beberapa kali hingga menjadi seperti sekarang. Memiliki kapasitas sekitar 80.000 kursi, stadion ini adalah yang terbesar di Italia dan salah satu yang terbesar di Eropa. Sama halnya dengan Johan Cruijff Arena, UEFA juga memasukkan stadion ini dalam Kategori 4.

Renovasi besar pertama kali dilakukan tahun 1948 - 1955 dan dipercayakan ke Armando Ronca dan Ferruccio Calzolari. Mereka mengembangkan proyek untuk perluasan dan penambahan kapasitas stadion dari 50.000 menjadi 150.000 kursi. Tetapi akhirnya hanya ada penambahan hingga 60.000 kursi karena alasan keamanan. Renovasi besar terakhir dilakukan adalah sebelum pergelaran Piala Dunia 1990 di Italia, dimana stadion ini menambah daya tampungnya menjadi 85.000. Kota Milan mempercayakan kepada arsitek Giancarlo Ragazzi, Enrico Hoffer dan insinyur Leo Finzi. Untuk meningkatkan kapasitas mejadi 85.000, lantai ketiga dibangun (hanya di kurva Utara dan Selatan serta di tribun barat) yang bertumpu pada 11 menara spiral beton pendukung berupa ramp heliks. Empat dari sebelas menara beton ini terletak di masing-masing sudut dan menjadi struktur penopang rangka atap seperti tampilan yang dapat kita liat sekarang.

Arsitektur Stadion Sepak Bola, San Siro
Giuseppe Meazza. Image by Adityuwana

Umur stadion ini mungkin tidak akan lama lagi, sebab pada Juni 2019 kedua klub AC Milan dan Inter Milan mengumumkan rencana untuk membangun stadion baru yang lebih modern dan ada kemungkinan stadion ini akan dirobohkan. Untuk menuju stadion ini, ambil Subway M5 tujuan San Siro dan turun di stasiun terakhir.


Harga Tiket Tur Stadion : Diatas 12 tahun (€ 18), Anak 6-12 tahun (€ 12), Dibawah 6 tahun (Gratis)


Allianz Arena (FC Bayern)

Stadion yang menjadi markas klub Jerman, FC Bayern. Terletak sekitar 15 km dari pusat kota Munich, stadion ini dibangun antara tahun 2002 - 2005 dan merupakan salah satu stadion modern di dunia juga menjadi stadion terbesar kedua di Jerman (setelah Signal Iduna Park milik Borussia Dortmund) dengan kapasitas 75.000 tempat duduk. Oleh UEFA, stadion ini juga masuk dalam Kategori 4. FC Bayern mulai menggunakan stadion ini pada tahun 2005, dimana sebelumnya mereka bermarkas di Olympiastadion Munich. Nama Allianz diambil dari nama perusahaan asuransi Allianz yang membeli hak penamaan stadion selama 30 tahun karena mereka menyumbang dana pembangunan stadion dengan jumlah yang signifikan.

Arsitektur Stadion Sepak Bola, Allianza Arena
Allianz Arena. Image by Adityuwana

Arsitek stadion ini adalah Jacques Herzog dan Pierre de Meuron dengan firma arsitektur, Herzog & de Meuron dari Swiss. Atap stadion didesain dengan sistem built-in roller blinds yang dapat dimajukan dan ditarik selama permainan untuk memberikan perlindungan penonton dari cahaya matahari. Allianz Arena memiliki desain modern, bukan hanya dalam bentuk bangunannya saja, tetapi juga oleh pencahayaan dari fasadnya yang inovatif. Fasad luar stadion ini terdiri dari 3.000 panel udara ETFE-foil berbentuk belah ketupat yang menutupi seluruh fasad bangunan dimana masing-masing panel dapat mengeluarkan cahaya dalam warna yang berbeda (paling sering berwarna merah, biru atau putih). Warna ini bisa berubah-rubah sesuai tim yang bertanding, jika FC Bayern yang bertanding warnanya akan merah, saat TSV 1860 yang bertanding warnanya menjadi biru. Stadion juga akan berubah warna menjadi putih jika sedang digunakan oleh tim nasional Jerman.

Arsitektur Stadion Sepak Bola, Allianza Arena
Arsitektur Stadion Sepak Bola, Allianza Arena
Arsitektur Stadion Sepak Bola, Allianza Arena
Allianz Arena in Red, Blue, White. Image from DBStadium

Untuk menuju stadion ini, ambil U Bahn U6 tujuan Garching Forschungszentrum dan turun di stasiun Fröttmaning. Dari stasiun Fröttmaning tinggal berjalan kaki sekitar 15 menit menuju stadion.

Harga Tiket Tur Stadion + Museum : Diatas 14 tahun (€ 19), Anak 6-13 tahun (€ 11), Anak 0-5 tahun (Gratis)

Arsitektur Stadion Sepak Bola, Allianza Arena
Allianz Arena. Image from DBStadium

32 tampilan

Postingan Terkait

コメント


bottom of page